mampi nih om.. kebetulan saya udah daftar tuh di TECHNORATI. eh om.. saya mau kasih PR nih,PRnya ada di blog saya
http://ngajar.blogspot.com selamat mengerjakan
Nah..setelah dibaca, ternyata PR-nya semacam memperkenalkan diri atau “Siapakah Diriku ini”. Dan kalau menurutku sih lumayan bagus untuk memperdalam keingin tahuan orang tentang diri kita dan sekaligus membuat sebuah jaringan pertemanan diantara blogger diseluruh Indonesia.
Supaya tidak kepanjangan, ini PR-nya sekarang gue kerjakan supaya yang ngasih warisan engga kecewa.
1. Kalau masalah umur, ternyata aku cukup tua yaitu lahir ditahun 1975 tepatnya tanggal 15 bulau Mei. Dan yang terpenting adalah bahwa aku dilahirkan bukan dari orang tua yang kaya raya tapi bisa dibilang dari kalangan yang perlu bantuan orang lain…
2. Masa kecilku bisa dibilang hampir – hampir hilang dikarenakan kemiskinan yang mendera disaat itu. Ceritanya bermula ketika aku masih kelas 2 SD yang sudah ditinggal orang tua ke Saudi Arabia untuk menjadi TKI dan aku hidup bersama dengan nenek yang sudah renta. Ketika kelas 3 SD kiriman dari orang tua ngga ada sama sekali yang menurut kabar sebenarnya orang tua mengirimkan biaya hidup untuk kami ketika merantau, namun ternyata kiriman tersebut tidak sampai ketujuan.
3. Untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari, akhirnya kami (aku dan nenek) bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari, dimulai dari pagi hari saya berjualan kue disekolah sampai pulang sekolah dilanjutkan dengan membantu nenek bersawah pada siang harinya. Kemudian sore hari saya mencari ikan disawah untuk dijual dan malam harinya saya membantu orang jualan bakso sebagai pencuci piring dengan imbalan satu mangkok bakso. Dan hal tersebut berlangsung sampai kelas 6 SD.
4. Ketika akan masuk SMP, orang tuaku pulang dari Tanah Suci dengan membawa pengharapan baru yaitu menjadi keluarga yang berkecukupan, namun Allah berkehendak lain. Ketika keluargaku sudah mulai menanjak kehidupannya, rumah kami dirampok yang menghabiskan seluruh harta orang tuaku (ludes) yang mengakibatkan kembalinya hidup kami kesemula.
5. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah tempat ke kota lain untuk mencari penghidupan yang baru. Tujuan kami kala itu adalah Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah dengan berbekal 1 buah kelambu, 1 buah bantal, pakaian seadanya dan uang Rp.10.000. Sesampainya disana, hidup kami jadi luntang lantung seperti pengemis, tidur di mesjid-mesjid, musholla sampai akhirnya ada yang mau bersedia menampung kami sekeluarga.
6. Dengan tinggal digubuk pinjaman orang yang seadanya, akhirnya ayahku bekerja sebagai tukang becak dan ibuku berjualan es keliling dengan gerobak yang tidak terasa hal tersebut berjalan sampai aku akan masuk SMA. Ketika SMA, saya sudah mulai berfikiran dewasa untuk membantu orang tua merubah jalan hidup kami yaitu dengan ikut membantu mencari sesuatu yang dapat merubah perekonomian rumah tangga dikala itu.
7. Yang namanya nasib belum beruntung dan tidak segampang membalikkan telapak tangan, setelah lulus SMA dengan nilai terbaik akhirnya aku mendapatkan PMDK plus Beasiswa kuliah, namun orang tuaku tidak mengijinkan kuliah karena tidak sanggup membiaya kos serta biaya hidup sehari – hari dikampung orang, maka akhirnya kuliah pun batal.
8. Namun dengan tekad dan semangat yang membara, akhirnya pada tahun 2000 kulanjutkan hidupku dengan tekad menjadi orang sukses tanpa gelar sarjana sampai akhirnya aku menikahi seorang gadis pujaan hati di kota yang baru aku injak yaitu Banjarbaru.
9. Setahun menikah dan kami berdua sama – sama pengangguran membuahkan seorang anak laki-laki, gembira bercampur bingung menghantui pikiran kami. Disatu sisi kami gembira mendapatkan seorang putra serta disisi yang lain kami bingung bagaimana cara membiayai anak kami tersebut. Namun setelah berdoa dan berusaha akhirnya istriku mendapatkan pekerjaan sebagai honorer disalah satu instansi pemerintahan dengan gaji Rp. 70.000,-/bulan. Dengan gaji tersebut sepertinya tidak mencukupi kehidupan kami sekeluarga sehingga saya harus mencari kerja juga untuk menukupi kebutuhan sehari – hari.
10. Dengan modal kemandirian yang kudapatkan diwaktu kecil, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan walaupun serabutan seperti ikut sebagai penggali kuburan, sebagai pemecah batu sampai ikut dalam pengerjaan gorong – gorong dan parit jalan raya.
11. Dengan pekerjaan itu akhirnya aku bisa kuliah dan istriku pun bisa kuliah dengan mengambil program ekstensi sore hari. Akhirnya pada tahun 2005 aku mendapat pekerjaan tetap sebagai honorer guru di salah satu SMA di Banjarbaru. Waktu terus berjalan dan kehidupan kami sudah mulai menunjukkan titik menanjak hingga pada awal tahun 2008, istriku menjadi PNS namun aku masih tetap menjadi honorer.
12. Walapun honorer, teman – teman kuliahku yang satu profesi sering mengajak mengerjakan proyek jaringan di kantor – kantor baik swasta maupun pemerintah yang hasilnya sangat lumayan sekali sehingga sekarang Alhamdulillah kehidupan kami terus menanjak.
13. Dengan modal ilmu yang kumiliki, berbagai macam bisnis yang kujalankan baik online maupun offline akhirnya aku mendapatkan apa yang kuinginkan dahulu yaitu menjadi orang sukses yang ramah, pemuruh dan yang pasti tidak kikir dan pelit. Tapi sekarang aku merasa masih belum sukses, masih banyak yang harus kucapai untuk membahagiakan diriku sendiri, keluarga, kedua orang tuaku, orang – orang terdekatku juga orang-orang yang butuh bantuanku…do’akan ya….
Kiranya itu dulu ya…Dan sebagai tindak lanjut pengerjaan PR ini, maka untuk selanjutnya kembali kuserahkan kepada teman – temanku dibawah ini :
1. KATA SANDI
2. DIAMOND CITY
3. GALLERY ANAK TEKNIK
4. HARIE INSANI
5. PAKACIL PINA MUSTI
6. SUARA QOLBU
7. TRI HAYAT


